Kabar membanggakan datang dari SMA Negeri 9 Manado. Salah satu siswanya, Heaven Kawet (kelas XII-9), berhasil meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Karate-Do Gojukai ke-8 yang diselenggarakan di Chiba, Jepang. Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi Sulawesi Utara dan Indonesia.

Keberhasilan Heaven Kawet tidak diraih secara instan. Di balik pencapaian gemilang tersebut, terdapat peran besar Kepala SMAN 9 Manado, Hendra Massie, yang juga merupakan pelatih di klub Gojukai Sulut. Dengan pengalaman panjang sebagai pelatih dan wasit karate berlisensi internasional, ia telah membangun fondasi teknik dan mental bertanding Heaven sejak dini.
Sebagai pendidik sekaligus pelatih, Hendra Massie dikenal memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Ia pernah mengantarkan atlet Sulawesi Utara meraih medali di ajang internasional di Belgia serta berkontribusi dalam keberhasilan tim muaythai Sulut di PON Papua 2021. Pengalaman tersebut menjadi dasar kuat dalam membina atlet-atlet muda, termasuk Heaven Kawet.
Di SMAN 9 Manado, pembinaan atlet dilakukan melalui sinergi antara sekolah, klub, dan keluarga. Sekolah memberikan dukungan penuh melalui jadwal latihan yang terstruktur, perhatian terhadap keseimbangan akademik, serta fasilitas yang didukung oleh berbagai pihak. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mencetak atlet berprestasi.
Kepemimpinan Hendra Massie sejak Juni 2024 membawa semangat baru bagi sekolah. Dengan visi mempertahankan dan meningkatkan prestasi di berbagai bidang, SMAN 9 Manado terus berkembang menjadi sekolah yang dikenal sebagai gudang atlet berprestasi.
Pada tahun 2024, SMAN 9 Manado juga berhasil menorehkan prestasi di ajang O2SN tingkat nasional dengan meraih medali emas dan perunggu cabang karate. Hal ini semakin memperkuat posisi sekolah sebagai salah satu pusat pembinaan atlet muda berprestasi di Indonesia.
Prestasi Heaven Kawet di Jepang menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan tersebut. Dalam kompetisi, ia berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguh dari berbagai negara seperti Namibia, Afrika Selatan, Chili, dan Brasil. Teknik andalan seperti kizami-zuki dan gyaku-zuki menjadi kunci kemenangannya hingga meraih medali emas.
Keberhasilan ini juga turut mengantarkan Indonesia meraih posisi runner-up dunia dalam kejuaraan tersebut.
Ke depan, SMAN 9 Manado berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan atlet melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan orang tua siswa. Diharapkan, semakin banyak talenta muda yang dapat berkembang dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa di kancah internasional.
Prestasi Heaven Kawet menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Dari Sulawesi Utara untuk Dunia, SMAN 9 Manado terus melahirkan juara.
