<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karya Siswa Archives &ndash; Website resmi SMAN 9 Manado</title>
	<atom:link href="https://sma9manado.sch.id/category/karya-siswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sma9manado.sch.id/category/karya-siswa/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2020 04:36:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.1</generator>

<image>
	<url>https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2018/10/Logo-SMAN-9-manado-150x150.png</url>
	<title>Karya Siswa Archives &ndash; Website resmi SMAN 9 Manado</title>
	<link>https://sma9manado.sch.id/category/karya-siswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ISKA SMANIX KEMBALI MENGUKIR PRESTASI</title>
		<link>https://sma9manado.sch.id/iska-smanix-kembali-mengukir-prestasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rofni]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 05:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ISKA]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sma9manado.sch.id/?p=23133</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun ini ISKA SMA Negeri 9 Binsus Manado kembali menunjukkan tajinya. Hasilnya adalah kembali mengukir prestasi menjadi  Juara Umum dalam Pertemuan Berkala Siswa/i SMA, SMK  Negeri se- kota Manado dan sekitarnya. ISKA SMANIX terakhir menjadi Juara umum  tahun 2015.Kegiatan PBSK tahun 2019 ini diikuti kurang lebih 20 SMA dan SMK</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id/iska-smanix-kembali-mengukir-prestasi/">ISKA SMANIX KEMBALI MENGUKIR PRESTASI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id">Website resmi SMAN 9 Manado</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini ISKA SMA Negeri 9 Binsus Manado kembali menunjukkan tajinya. Hasilnya adalah kembali mengukir prestasi menjadi  <strong>Juara</strong> <strong>Umum</strong> dalam <strong>Pertemuan</strong> <strong>Berkala</strong> <strong>Siswa</strong>/<strong>i</strong> <strong>SMA</strong>, <strong>SMK</strong>  Negeri se- kota Manado dan sekitarnya. ISKA SMANIX terakhir menjadi Juara umum  tahun 2015.Kegiatan PBSK tahun 2019 ini diikuti kurang lebih 20 SMA dan SMK Negeri dari kota Manado, Tomohon, Minahasa, dan Bitung. Peserta yang hadir dalam pertemuan tahunan ini kurang lebih berjumlah 500 siswa-siswi yang didampingi oleh guru pembina dari masing-masing sekolah.</p>
<p><a href="http://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-23135 alignleft" src="http://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3-768x1024.jpg" alt="" width="268" height="357" srcset="https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3-768x1024.jpg 768w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3-225x300.jpg 225w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3-413x550.jpg 413w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3-375x500.jpg 375w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-3.jpg 780w" sizes="(max-width: 268px) 100vw, 268px" /></a>Tidak kurang dari dua tahun para siswa-siswi ISKA SMA Negeri 9 Manado mengendor prestasinya dalam ajang Pertemuan Berkala Siswa/i SMA dan SMK NEGERI sekota Manado dan sekitarnya. Karena pada dua tahun terakhir hanya masing-masing memperoleh satu tropi. Itu pun tropi juara 3  dari lomba bidang liturgi yakni  CCPA  KATOLIK tahun 2017 dan baca Kitab Suci dan 99 tahun 2018. Hal ini bukan tanpa alasan. Para siswa ISKA SMANIX pada saat itu sungguh tidak mempersiapkan diri. Tapi masih mau berpartisipasi dalam menyukseskan pertemuan berkala tahunan tersebut. Sehingga jelas hasilnya tidak mungkin meraih prestasi dalam kegiatan itu. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena mereka kembali termotivasi bersemangat untuk merebut kembali juara umum kegiatan PBSK SMA-SMK Negeri se-kota Manado dan sekitarnya. Pembina ISKA SMANIX tetap memotivasi para siswa.</p>
<p>Beda dengan tahun 2019 ini. Ketika mendengar ada proposal dan surat undangan untuk ikut kegiatan PBSK SMA dan SMK Negeri dari para frater tingkat 3 Sekolah Tinggi Filsafat Pineleng, para siswa menyambutnya dengan sangat antusias. Para siswa ISKA langsung membentuk team yang dikoordinir oleh ketua ISKA SMANIX Septiyani Wihelmus. Tujuannya untuk memudahkan kelancaran latihan dengan tidak mengorbankan waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Setiap kelompok kegiatan ditunjuk seorang siswa sebagai ketua yang mengkoordinir setiap kali latihan. Latihan dilaksanakan setelah jam kegiatan belajar mengajar selesai.</p>
<p>Latihan rutin dilaksanakan setiap hari setelah KBM. Memang sesuatu yang melelahkan bagi para siswa-siswi sendiri. Karena sudah belajar sampai pukul 15: 15 harus dilanjutkan dengan latihan untuk persiapan kegiatan PBSK. Namun itulah jalan yang harus ditempuh untuk meraih kesuksesan. Dan sungguh hasilnya sangat memuaskan bagi para siswa ISKA SMANIX. Hal ini tampak pada raut muka mereka ketika panitia PBSK mengumumkan bahwa ISKA SMANIX juara umum, mereka semua seketika  berteriak histeris bahkan ada yang menangis sambil berlari</p>
<p>menuju panggung acara untuk menerima <strong>TROPY JUARA UMUM. T</strong>erdengar suara “<strong>Viva</strong> <strong>ISKA</strong> <strong>BINIX</strong>” “<strong>Viva</strong> <strong>ISKA</strong> <strong>BINIX</strong>” baik dari internal ISKA SMANIX Manado sendiri maupun dari perserta yang lain.</p>
<p>Tanpa membanggakan ISKA SMANIX Manado bahwa sejak diadakan kembali Pertemuan Berkala Siswa-siswi Katolik SMA dan SMK Negeri se- kota Manado dan sekitarnya tahun 2009, (karena Pertemuan ini pernah terhenti beberap<a href="http://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska.jpg"><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-23136 alignright" src="http://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska.jpg" alt="" width="362" height="229" srcset="https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska.jpg 867w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-300x190.jpg 300w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-768x485.jpg 768w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-465x294.jpg 465w, https://sma9manado.sch.id/wp-content/uploads/2019/11/iska-695x439.jpg 695w" sizes="(max-width: 362px) 100vw, 362px" /></a>a tahun)  ISKA SMANIX 4 kali berturut-urut menjadi <strong>JUARA UMUM </strong>yakni tahun 2009 hingga tahun 2012 dan dapat mempertahankan <strong>Tropy</strong> <strong>Bergilir</strong> menjadi <strong>TROPY Tetap ISKA SMANIX </strong>sekarang ini. Dan kembali menjadi <strong>juara</strong> <strong>umum</strong> yang ke-5 kali dalam ajang yang sama pada tahun 2015 yang ketika itu SMA Negeri 9 Binsus Manado dibawa pimpinan Kepala Sekolah Dra. Meydi M Ngantung, M.Pd. Dan <strong>juara</strong> <strong>UMUM</strong> tahun 2019 ini merupakan yang ke-6 kalinya sejak kembali.mengikuti kegiatan pertemuan berkala ini.</p>
<p>Terlepas jadi juara tidaknya, pertemuan berkala ini sungguh bermakna bagi para siswa-siswi Katolik dari setiap sekolah SMA dan SMK Negeri. Sebab tujuan diadakan kegiatan rutin pertemuan berkala ini adalah memperkukuh “<strong><em>kebersamaan dan cinta kasih persaudaraan dalam Kristus” </em></strong>di kalangan para siswa-siswi yang belajar di sekolah-sekolah negeri baik yang ada di dalam kota Manado, Tomohon, Minahasa dan Bitung. Dengan kegiatan ini para siswa-siswi akan saling lebih mengenal dan memperkuat satu sama lain untuk menjadi pelopor dan penerus Gereja Katolik pada masa yang akan datang. Orang Muda Katolik termasuk para siswa-siswi harus menjadi “<strong>motor penggerak” </strong>bagi maju dan  bertumbuh kembangnya gereja Katolik  pada hari ini, lusa dan yang akan datang “<strong>hic et nun”. </strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id/iska-smanix-kembali-mengukir-prestasi/">ISKA SMANIX KEMBALI MENGUKIR PRESTASI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id">Website resmi SMAN 9 Manado</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resensi Novel Marmut Merah Jambu</title>
		<link>https://sma9manado.sch.id/resensi-novel-marmut-merah-jambu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rofni]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2016 13:12:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[karya siswa]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sma9manado.sch.id/?p=5972</guid>

					<description><![CDATA[<p>OLEH: ELVINA MARIA CHRISTINA PANGESTU JUARA 1 LOMBA MENULIS RESENSI BUKU &#8211; PROGRAM LITERASI SMA RUJUKAN SMA NEGERI 9 MANADO Identitas Buku Judul Buku    : Marmut Merah Jambu Genre Buku  : Nonfiksi-Komedi Pengarang    : Raditya Dika Penerbit        : Bukune Tahun Terbit: Jakarta, 1 Juni 2010 Tebal Buku   : 222 halaman Warna</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id/resensi-novel-marmut-merah-jambu/">Resensi Novel Marmut Merah Jambu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id">Website resmi SMAN 9 Manado</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>OLEH: ELVINA MARIA CHRISTINA PANGESTU</p>
<p>JUARA 1 LOMBA MENULIS RESENSI BUKU &#8211; PROGRAM LITERASI SMA RUJUKAN SMA NEGERI 9 MANADO</p></blockquote>
<p>Identitas Buku</p>
<ul>
<li>Judul Buku    : Marmut Merah Jambu</li>
<li>Genre Buku  : Nonfiksi-Komedi</li>
<li>Pengarang    : Raditya Dika</li>
<li>Penerbit        : Bukune</li>
<li>Tahun Terbit: Jakarta, 1 Juni 2010</li>
<li>Tebal Buku   : 222 halaman</li>
<li>Warna Buku : Cream, dengan tulisan Marmut Merah Jambu yang diberi  warna merah muda dan foto pengarang buku berpose seperti marmut dilengkapi ornament-ornamen.</li>
</ul>
<p>Kepengarangan</p>
<p>Raditya Dika adalah seorang comika (stand up Comedy) dan juga penulis yang terkenal dengan buku-bukunya yang bertemakan komedi. Buku-buku Radit sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus, dan Babi Nesot adalah buku-buku bestseller. Radit dalam novel Marmut Merah Jambunya ini hendak menyampaikan kisahnya dalam percintaan kepada anak-anak muda jaman sekarang apalagi anak-anak yang lebay. Buku ini secara garis besar adalah soal cinta dengan bagaimana memahami cinta melalui introspeksi kedalam pengalaman-pengalaman Radit sendiri maupun orang-orang terdekat Radit tentu dengan gaya khas komediannya yang lebih manis dan halus.</p>
<h3>Sinopsis</h3>
<p>Buku Marmut Merah Jambu adalah buku kelima dari Raditya Dika. Buku ini terdiri dari 13 bab dengan judul yang berbeda. Kisah-kisah tiap bab juga saling lepas namun sebagian besar menceritakan tentang kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan dan hampir semua cerita dalam buku ini menceritakan tentang pengalaman cinta Radit maupun orang-orang terdekatnya. Pengalaman cinta yang beragam mulai dari cinta diam-diam, indahnya PDKT, ditolak mentah-mentah sampai saat ditaksir cewek aneh. Radit mengawali kisah pada buku ini dengan kisah cintanya bersama teman sekelasnya Aldi. Mereka menyukai cewek kelas lain. Aldi jatuh cinta diam-diam pada Widya sedangkan Radit jatuh cinta diam-diam pada Ina. Mereka tak mampu mengungkapkan perasaan mereka karena merasa diri culun. Ketika masuk SMA, Radit bersekolah di sekolah yang sama dengan Ina. Radit dan Ina akhirnya sering jalan bareng dan Ina mulai menceritakan tentang cowok yang ditaksirnya. Cinta Raditpun bertepuk sebelah tangan. Mereka akhirnya berpisah karena Radit akan kuliah di luar negeri. Tak hanya tentang cinta. Cerita dalam novel ini juga mengisahkan tentang kekompakan dan kasih sayang sebuah keluarga, perjuangan Radit dalam pembukuan dan perfilman buku Kambing Jantannya, dan juga kisah tentang kucing peliharaan Radit, Alfa yang diimajinasikan seperti manusia. Kisah pada novel ini diakhiri dengan adanya suatu momen perenungan yang amat dalam bagi para pembaca tentang “Unrequited Love” atau cinta yang tak terbalaskan. Sebuah perenungan tentang keberadaan orang yang tak bisa kita lupakan sepenuhnya, dengan mengutip suatu kutipan Charlie Brown dalam komik Peanuts yang berbunyi; “Nothing can takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.”</p>
<h3>Keunggulan</h3>
<p>Cover buku yang sangat menarik dengan gambar Radit berpose seperti seekor marmut yang lucu sehingga menarik perhatian. Perpaduan warna dan animasi gambar yang unik juga turut menambah lebih banyak perhatian dan menambah kesan komedi sehingga menambah keinginan pembaca untuk membacanya. Kertas yang digunakan juga berkualitas baik sehinga selain ringan, kertas juga tidak mudah rusak. Buku juga dilengkapi dengan pembatas buku yang unik.</p>
<p>Tema yang digunakan secara keseluruhan adalah tentang cinta. Mulai dari cinta diam-diam, sampai cinta yang bertepuk sebelah tangan, yang menggambarkan bagaimana seseorang mencintai orang lain tetapi takut mengungkapkannya, karena hal tersebut pasti pernah dirasakan oleh hampir setiap orang. Pilihan tema dalam novel ini juga sangat menarik dan tepat sasaran sebab buku ini ditujukan kepada remaja yang umumnya duduk di bangku SMP dam SMA yang dalam masa dimabuk cinta. Pilihan tema pada bab 3 “Balada Sunatan Edgar”, lebih mengkhususkan pada peran orang tua serta kasih sayang dan kekompakan keluarga yang mengingatkan para remaja tentang betapa pentingnya keluarga itu dan mengingatkan untuk tetap peduli pada keluarga bukan hanya pada pacar. Tema pada bab “Buku Harian Alfa” juga mengisahkan tentang kucing yang juga ciptaan Tuhan yang perlu dihargai dan dicintai. Mengingatkan kita untuk peduli pada makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Kemampuan Radit untuk menceritakan kisahnya semakin sempurna sebab tokoh-tokoh yang digambarkan pada kisah ini sangat lucu dengan karakter yang unik dan beragam. Seperti karakter Aldi yang dongo karena tidak bisa langsung mengutarakan perasaannya pada Widya, karakter Bayu yang bodoh karenan menganggap bahwa kasus yang diselidiki oleh mereka sendiri (detektif tiga sekawan) benar-benar terjadi. Namun, karakter Radit dalam novel ini yang mau peduli, sederhana, optimis, dan cerdas, serta mau menerima diri apa adanya patut dicontoh oleh remaja masa kini. Setting tempat seperti disekolah, di rumah, setting waktu dan suasana dalam cerita ini ditambah keahlian Radit dalam gaya bahasanya yang ringan dan ‘slenge-an’ mampu mengajak emosi pembaca dan membuat pembaca seakan turut menyasikan peristiwa dalam cerita tersebut. Gaya bahasa yang digunakan adalah hal terbaik dalam novel ini. Sebab gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari sehingga mudah dipahami sebab sebagian besar pembacanya adalah remaja. Ditambah dengan gaya comedian ala Raditya Dika membuat pembaca tak kunjung bosan dan malah ketagihan. Seperti pada saat Radit hendak berangkat untuk shooting film Kambing Jantan. Pada waktu itu ada luar bandara dan tiba-tiba ada nomor tidak dikenal menelfon dan ternyata orang suruhan ayahnya</p>
<p>‘Bang, aku ada titipan dari Bapak; katanya di telepon.</p>
<p>‘Udah mau boarding belom, Bang?’</p>
<p>‘Belom, ini lagi diluar, belom masuk. Kenapa? Tanya gue.</p>
<p>‘Ada titipan dari Bapak! Jangan masuk kedalem dulu, Bang! Tunggu!</p>
<p>Sepuluh menit menunggu akhirnya seseorang datang dan memberikan plastik hitam.</p>
<p>‘Apa ini?</p>
<p>‘Celana dalem baru, Bang,’ katanya orang itu, kalem.</p>
<p>Gubrak.</p>
<p>Celana dalem baru. Bokap gue mitip pesan ke gue agar selalu mengganti celana dalam supaya sehat selalu di Australia.</p>
<p>Peristiwa ini menggambarkan cinta dan perhatian ayah Radit yang dikemas dalam gaya bahasa yang ringan namun lucu dan mengharukan. Karena gaya bahasanya yang asik ini sukses membuat para pembaca memahami amanat yang ingin Radit sampaikan kepada para pembaca. Pesan yang ingin Radit sampaikan adalah jangan teperak dalam nasib dan kesalahan tapi bangkitlah dan belajar dari kesalahan kita, ubahlah kekurangan kita menjadi kelebihan kita dan jadilah orang yang lebih baik. Radit menceritakan betapa pentingnya kasih sayang dan kekompakan keluarga, jangalah menyerah, serta manusiakanlah makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Nilai-nilai sosial, budaya dan kemanusiaan juga tampak dalam novel ini. Seperti bagaimana Detektif Tiga Sekawan peduli dan bersedia membantu sesama, budaya keluarga Ina yang tidak merayakan hari ulang tahun, serta kucing peliharaan Radit yang memiliki perasaan dan cita-cita seperti manusia.</p>
<h3>Kelemahan</h3>
<p>Kelemahan satu-satunya pada novel ini terletak pada pemilihan katanya. Pilihan kata yang masih kurang tepat bahkan cenderung terlalu vulgar yang kurang cocok dikonsumsi remaja. Seperti pada bab “Balada Sunatan Edgar” yang menggunakan kata-kata yang terlalu dewasa dan kurang dapat dipahami remaja.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Kesimpulan saya, buku ini sangat bagus untuk dibaca para remaja jaman sekarang. Karena berdasarkan kisah sehari-hari, dalam gaya bahasa yang ringan dan lelucon yang lucu pesan yang amat penting bagi remaja sukses disampaikan. Meskipun ada kata-kata yang kurang pantas, namun tak sebanding dengan pentingnya pesan yang terkandung dalam cerita. Selain itu, kata yang digunakan bukan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) namun karena adalah bahasa sehari-hari yang membuatnya asik dan mudah dipahami maka sulit mengatakan ini sebagai kelemahan atau keunggulan. Buku ini benar-benar bermanfaat, sebab mengajarkan remaja untuk melihat prioritas anatara cinta dan keluarga sebab remaja masa kini hanya mementingkan pacaran dan menomor duakan keluarga, remaja masa kini juga cenderung mudah menyerah dan bertindak semena-mena terhadap tumbuhan bahkan hewan. Tak hanya memberi pesan, tapi buku ini juga mengungkapkan apa yang remaja umumnya rasakan sebab tak jarang remaja sulit untuk jujur pada dirinya sendiri dan tak mampu mengekspresikan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id/resensi-novel-marmut-merah-jambu/">Resensi Novel Marmut Merah Jambu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://sma9manado.sch.id">Website resmi SMAN 9 Manado</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
