You are here:

S truktur kurikulum SMA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 (tiga) tahun mulai kelas X sampai dengan XII. Untuk kelas X, struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI) , serta Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai untuk semua mata pelajaran, sedangkan struktur kurikulum untuk kelas XI dan kelas XII disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.

SMA Negeri 9 Manado menggunakan kurikulum 2013 dengan RPP berbasis 4C.

Pengorganisasian kelas pada SMA Negeri 9 Manado dibagi kedalam dua kelompok, yaitu 1) kelas X yang melaksanakan kurikulum 2013 dengan peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA), dan peminatan Ilmu-ilmu Sosial (IIS), serta lintas minat yang didasarkan pada hasil pemilihan angket minat peserta didik; dan 2) Kelas XI dan XII yang melaksanakan lanjutan kurikulum 2006 denganpenjurusan yang terdiri dari 3 program yaitu program Bahasa, program Ilmu Pengetahuan Alam, dan program Ilmu Pengetahuan Sosial.

1. Kurikulum Kelas X (sepuluh)
  a) Kelas X terdiri atas peminatan MIA, IIS, IBU dan Lintas Minat yang didasarkan pada hasil angket pemilihan peminatan peserta didik, Pengembangan diri melalui kegiatan ekstra dan BP/BK, serta Kegiatan Pramuka sebagai ekstra kurikuler wajib bagi semua peserta didik kelas X. Jumlah mata pelajaran di kelas X 16  mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran wajib A, 4 mata pelajaran wajib B, 4 mata pelajaran peminatan, dan 2 mata pelajaran lintas minat.

 

2. Kurikulum SMA Negeri 9 Manado Kelas XI dan XII
  a) Kurikulum SMA Negeri 9 Manado Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, dan Program Bahasa terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 3,4, dan 5.
    Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
    Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
  b) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
    Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 30 menit.
    Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

 

Leave a Reply
 

Your email address will not be published. Required fields are marked (*)

Back to Top