You are here:

SERI PENDAMPINGAN ANAK

Berhati lokal, Visi International

Halo salam jumpa kembali rekan-rekan para orang tua, Bapak dan Ibu dan adik adik di Civitas akademika  SMA NEGERI 9 BINSUS MANADO, Kabar luar biasa, sehat selalu ya,  Kali ini saya sharingkan pengalaman sebagai orang tua dan saat ini adalah volunteer di sebuah kegiatan international AFS YES… Apakah itu ?


Berawal dari Yayasan Bina Antar Budaya

Sekitar 1 ¼ tahun lalu Stefania skitar pukul 18.00 sampai di rumah, karena jarak dari sekolah ke rumah skitar 9.9KM Google map… “Papa, boleh minta uang Rp.50.000 untuk beli pin test ?” ya saya jawab: test apa itu Fan, Kok pakai Pin ? Jawabnya: “pertukaran pelajar international Pa”!,   Sontak saya jawab ringan “boleh.!” Minta sama Mama sana..!”

Saat itu, saya dan istri saya tidak/belum bertanya lebih jauh dan bagaimana kelanjutannya. Setelah beberapa minggu percakapan itu berlangsung. Suatu ketika Fani minta ijin supaya hari Sabtu datang ke  sekolah untuk mengikuti test..Sejak saat itu saya mulai bertanya banyak hal tentang test dan pertukaran pelajar itu.


YAYASAN BINA ANTARBUDAYA adalah Sebuah Yayasan Non profit/nirlaba yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya, yang selanjutnya saya ijin persingkat menjadi YBA. YBA memiliki visi untuk menciptakan pemimpin masa depan yang mengangkat harkat, martabat serta kesejahteraan bangsa Indonesia dan umat manusia. Bina Antarbudaya didirikan pada 2 Mei 1985 oleh Bapak Taufiq Ismail, Bapak Tenri Abeng, Irid Agoes, Kartono Mohamad dan Sophie Gunawan Satari. Bina Antarbudaya  senantiasa memposisikan dirinya sebagai organisasi berbasis pendidikan, yang terus mendukung terciptanya pemahaman global.
Bina Antarbudaya adalah organisasi non pemerintah, non profit, berbasiskan relawan. Bina Antarbudaya tidak berafiliasi dengan agama, ras, suku, kelompok sosial ekonomi dan partai politik manapun. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun dalam pemahaman antarbudaya, organisasi ini sudah mengirimkan lebih dari 3.500 siswa-siswi ke berbagai negara dan telah menerima lebih dari 1.500 siswa asing untuk tinggal dan belajar di Indonesia.

Orientasi di Makasar

Orientasi di Makasar

J adi kesempatan ini sangat terbuka lebar untuk siapa saja yang berani dan bisa memiliki wawasan luas dengan visi maju ke depan.Kembali ke perbincangan awal tadi, setelah Stefania (siswi kelas 12 IPA 1 SMA N 9 Binsus Manado), lihat juga Siswi ini di : http://sma9manado.sch.id/2016/08/09/stefania-raih-prestasi-terbaik-di-bidang-kemanusiaan-tkt-nasional/  melalui  test beberapa kali mulai di Jakarta dan Makasar dan Surabaya maka Fani (panggilan akrabnya) akhirnya dinyatakan lulus sebagai kandidat siswi pertukaran pelajar International.

“Loh mengapa disebut kandidat ? ya karena belum memperoleh penempatan di negara mana.”

Informasi lainnya adalah semua test dan keberangkatan baik itu ke Jakarta, Surabaya, Makasar semua free alias gratis di biaya oleh yayasan dengan koordinasian AFS YES Negara Amerika Serikat, tiket pesawat, hotel dan penjemputan semua sudah tersedia, bagus dan mantabskan…!! Namun semua harus dilakukan sendiri dan tidak boleh di bantu atau di antar oleh siapapun, termasuk orang tuanya.

Detailnya yakni Test dilakukan serentak saat angkatan Stefania 2016 (keberangkatan 2017-2018) di lakukan di SMA N 9 Binsus Manado dan test seleksi angkatan 2017 di lakukuan di SMA Fr. Don Bosko Manado, dimana sementara ini Siswi  atas nama Angel Dapu SMA Negeri 9 Binsus juga sedang menunggu pengumuman kelulusan untuk tahap selanjutnya.. semoga Angel mampu dan bisa lulus untuk melanjutkan tongkat estapet kehebatan prestasi gilang gemilang SMA Negeri 9 Binsus Manado. Amin.
Dari beberapa kali sesi seminar yang saya berikan, sering pertanyaanya adalah bagaimana prosesnya
dan apakah ada cara yang paling mudah dan cepat sehingga bisa lulus pertukaran pelajar international ? Saya menjawab, tidak ada obat mujarab atau resep dokter yang menjamin 100 %  pasti sembuh! Lihat saja sedikit tract record Stefania, selalu dibutuhkan proses yang harus dilalui dengan sabar dan tekun. Semua berjalan sesuai dengan apa yang menjadi minat bakat anak, bukan karena pemaksaan dengan segala cara misalnya dari bangun pagi hingga bangun pagi kembali anak di jejali dengan berbagai kegiatan, kursus, les sana sini sehingga waktu bebas untuk bermain jadi hilang.

N amun dari semua itu menurut kami selaku orang tua perjuangan anak jauh lebih berat dari orang tuanya sebagai pendamping, artinya harus berawal dari anak itu sendiri, kemauannya harus kuat, memiliki kemandirian serta punya visi ke depan yang mulai terukur serta terarah.

Ada begitu banyak di luar sana orang tua memaksakan kehendaknya kepada anak, namun apa yang dipaksakan itu bukan dari passion anak, maka yang terjadi bisa sia-sia, percuma dan kasihan itu anak.

Tinggal & Belajar di Luar Negeri

Pernahkah kalian bermimpi tinggal dan bersekolah di negara dengan budaya yang sangat berbeda ? Program AFS adalah pilihan yang tepat buatmu. Kalian akan mendapat teman baru, belajar bahasa asing, mengenal budaya baru, bahkan mengalami kehidupan dengan cara yang baru. Kalian juga akan memperoleh keterampilan baru diantaranya keterampilan antarbudaya.

Dengan keterampilan ini kalian akan mampu beradaptasi di kebudayaan manapun. Kalian akan lebih mandiri, bertanggung jawab, dan lebih fleksibel. Semua ini  akan berguna untuk masa depanmu sehingga menjadi leader leader dunia di masa depan yang visioner dan cakap.

Sebagai siswa program AFS, kalian akan tinggal dengan keluarga angkat yang akan menerima kalian seperti keluarga sendiri. Mereka akan memberikan dukungan yang kalian perlukan selama masa program, memastikan bahwa kalian sehat dan selamat, serta akan menjadi sumber terbaikmu untuk mempelajari budaya setempat. Dan di sinilah terjadi kolaborarasi pertukaran budaya antar negara kita Indonesia dan negara tujuan. Dan bukan itu saja, karena kalian juga sekolah seperti layaknya siswa di sana, maka kalian juga ikut besekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah itu.

“Jadi ya nikmati, jalankan proses yang berlangsung, yakinlan kalian bisa dan berhasil.”

Kegiatan orientasi International saat Week end

Kalian juga akan bersekolah di SMA setempat dan  merasakan lingkungan belajar yang berbeda dengan sekolah di Indonesia. Kalian akan mendapat teman baru dan mengalami secara langsung metode belajar di luar negeri. Selama program, kalian dapat melibatkan diri dengan berbagai kegiatan bukan hanya tatap muka di dalam kelas namun kegiatan sosial, kemanusian dan kebudayan.

Kalian akan memperkaya  pengalaman dan pengembangan dirimu selama program. Menjadi siswa program AFS adalah pengalaman yang luar biasa, berada sendirian dalam satu negara bagian menyatu dengan kawan kawan perbagai negara di dunia.. wow fantastis, semua adalah pilihan siswa- siswi terbaik yang beraasal dari seluruh negara di dunia ini.

Tinggal jauh dari keluarga di Indonesia selama satu tahun tentu tidak mudah. tapi jangan khawatir, Bina Antarbudaya dan AFS akan terus memberikan dukungan selama program untuk memastikan program kalian berjalan dengan lancar. Relawan AFS di seluruh dunia siap membantu kalian kapanpun dibutuhkan selama program, karena kita ingin memastikan program kalian berjalan dengan lancar.

Bersama Kakak dan Adik Saudara /i angkat, River dan Ruby.

Demikian uraian sederhana kami dengan harapan ini menjadi inspirasi banyak siswa-siswi dan tentunya orang tua dalam pendampingan anak. Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan  terima kasih banyak kepada  Ibu  Dra. Mediatrix M, Ngantung, Mpd  yang sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada Stefania dan semua siswa-siswi yang yang tetap dengan gigih maju berprestasi akademis dan non akademis, Kepada Bapak Drs. Meidy Tungkagi, Msi selaku Kepala Sekolah Sma Negeri 9 Binsus Manado, Ibu Vera Mekikui.. Ibu Lusi Tasyam, Bapak Ibu Guru Wali Kelas, Sir Dikson, Sir  Jenly, Mam Nelly, Mam Stella, Sir Benny, Sir Surya, Mam Laki, Mam Yety,Mam Glok,Sir Alit dan semua Bapak Ibu Guru di SMA Negeri 9 Binus Manado, staft, tata usaha juga Pak Rofni, serta kawan kawan kelas Stefania. Serta juga sahabat keluarga kami di kota dingin Malang Jawa Timur Bapak Robert Sofyan Hadi.

Juga sangat sepesial terima kasih kepada Yayasan Bina Antar Budaya, AFS YES, Para Relawan yang sudah dengan sabar memberi penjelasan dan pengarahan serta Hostfam Mr. Mark Gsellman dan Mrs. Lisa Gsellman, Ruby dan River di Indianola United States of America.

Dan untuk sharing pengalaman langsung dari Stefania semoga dalam waktu dekat Ia akan menuliskannya sendiri di laman yang sangat bagus ini dari WSA Indianola, Seattle Amerika Serikat.

 

Bersambung


Sharing dari:

Yohanes Don Bosco – Ayah Stefania


Keluarga Stefania

_

Berikan komentar anda terhadap berita di atas!

Posted by: Rofni

Web administrator, suka menulis, fotografi, sinematografi dan mendengarkan musik.

Related articles
 

Back to Top