You are here:

DARI PETIK APEL HINGGA KE MESJID CHENG HOO

Hari ke lima ROHIS SMANIX TOUR D’JAVA,  diguyur hujan di Malang. Syukurlah tidak lama sehingga acara ke kebun Apel di daerah Selecta bisa terlaksana. Peserta langsung menyerbu dan memilih pohon apel masing-masing. Ada yang cukup memetik dari bawah karena pohonnya pendek, ada juga yang harus memanjat karena menginginkan apel yang di atas. Sebelum memasuki areal perkebunan rakyat ini, peserta diingatkan agar memetik apel sesuai dengan keperluan saja. Boleh makan di tempat, boleh dibawa pulang tapi harus masuk timbangan dulu. Dilarang keras saling melemparkan apel atau dipetik namun tidak dimakan /dibawa pulang.  “Keseruan memetik apel ini tidak akan didapatkan di Manado” ungkap Andi Fachrul dari atas pohon.

Terbatasnya waktu, lagi-lagi membuat rombongan harus bergegas kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Tak apalah dengan tentengan buah apel segar masing masing sekira satu kilogram, cukuplah untuk oleh-oleh karena besoknya rombongan akan take off ke Manado.

Azan magrib baru saja berkumandang ketika bus mulai memasuki kawasan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berada di daerah Pandaan , Kabupaten Pasuruan –  Jawa Timur. Lokasinya mudah dijumpai dan dituju karena berada di tepi jalan raya utama pada pertigaan arah menuju Pasuruan, Malang dan Surabaya. Atau sekitar 300 meter dari terminal Pandaan.

Masjid ini memiliki gaya arsitektur yang mengadopsi bentuk dan desain bangunan Masjid Cheng Hoo Surabaya yang telah lebih dulu menjadi ikon pariwisata. Bedanya, masjid yang ada di Surabaya berukuran kecil dengan lahan yang terbatas, sementara masjid di Pandaan ini justru sebaliknya, berada di lahan yang sangat luas sekitar 1 hektar dan bangunannya juga sangat besar dan megah. Ukuran keseluruhan masjid dua lantai ini adalah 50 x 50 m. Pemberian nama Muhammad Cheng Hoo sebagai bentuk penghormatan dan mengenang pada Muhammad Cheng Hoo, penjelajah dan penyebar agama Islam dari Tiongkok yang sangat legendaris.

Peserta tour yang hendak salat, setelah wudu langsung menuju ke lantai dua tempat ruangan salat utama dengan warna dinding yang didominasi oleh warna merah dan putih dengan karpet yang berwarna hijau. Pilar-pilar pada ruangan utama ini berwarna emas dan  cukup tinggi sehingga mengesankan ruangan sangat lapang dan lega. Jendela yang bermotif mozaik dan berupa Art Glass memberi tampilan yang cukup indah pada masjid itu. Beberapa jendela itu bertuliskan lafalz-lafalz Islami. Dengan keunikannya itu, Masjid Cheng Hoo ini banyak didatangi oleh pengunjung untuk beribadah, beristirahat dan berwisata. Salat  Magrib dan Isya dijama’ (digabungkan) sebagai keringanan bagi orang yang melakukan perjalanan (musafir).

Berikan komentar anda terhadap berita di atas!

Posted by: ROHIS

Guru Agama Islam di SMAN 9 Manado.

Back to Top