You are here:

KEAJAIBAN ROHIS DI CANDI BOROBUDUR

Tidak lengkap rasanya ketika berkunjung ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya tanpa mengunjungi Borobudur, candi Budha Warisan Dunia, satu diantara tujuh keajaiban dunia. Berbagai orang dari segala penjuru negeri ada di sini, termasuk rombongan ROHIS SMAN 9 Manado. Candi Borobudur merupakan monumen Buddha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia yang diakui oleh UNESCO.

Candi ini tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi, karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu ini juga sarat dengan nilai filosofis.

Yoppie Kondoy, guru Sejarah yang menyertai perjalanan Rohis ini menjelaskan bahwa secara historis, berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga antara abad ke-8 hingga abad ke-9, berbarengan dengan candi Mendut dan Candi Pawon. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadarma. Meski belum mengenal komputer dan peralatan canggih lainnya, Gunadarma mampu menerapkan sistem interlock dalam pembangunan candi. Sebanyak 60.000 meter kubik batu andesit yang berjumlah 2.000.000 balok batu yang diusung dari Sungai Elo dan Progo dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasa yang menutupi sebuah bukit kecil hingga terbentuk Candi Borobudur.

Meski sebagian tertatih-tatih menaiki puncak candi Borobudur, bahkan hamper pingsan, namun kerjasama yang baik dan saling menyemangati dari para anggota rombongan ROHIS SMANIX TOUR D’JAVA membuat semuanya lancar hingga mencapai stupa di puncak.

Sesampainya di puncak, rombongan melayangkan pandangan ke segala arah dan terlihatlah deretan Perbukitan Menoreh, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang berdiri tegak mengitari candi. Pak Addi salah satu pemandu wisata di Borobudur mengungkapkan bahwa menikmati kemegahan Candi Borobudur tidak hanya cukup dengan berjalan menyusuri lorong dan naik ke tingkat teratas candi. Satu hal yang jangan dilewatkan adalah menyaksikan Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset dari atas candi. Siraman cahaya mentari pagi yang menerpa stupa dan arca Buddha membuat keagungan dan kemegahan candi lebih terasa. Namun, keterbatasan waktu mengharuskan rombongan kembali ke bus dan tidak menikmati sunset di candi Borobdur.

Berikan komentar anda terhadap berita di atas!

Posted by: Kak Ippy

Islamic teacher who always keep fight to spread goodness, also like writing and traveling

Back to Top