SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SEKOLAH “MENGENAL DIRIKU”

Tingginya jumlah pelajar menjadi korban perkosaan yang terjadi di Sulawesi Utara, 120 (70%) dari 171 kasus dimana 73 (43%) pelakunya adalah pacar dan 16%  pelaku berstatus pelajar. Data ini hasil pantauan media yang dilakukan oleh Swara Parangpuan Sulut sepanjang tahun 2016.

Situasi ini harus direspon dan ditindaklanjuti dengan melakukan hal-hal nyata. SWARA PARANGPUAN SULUT telah melakukan kerjasama dengan SMA Negeri 9 Manado untuk melakukan kegiatan-kegiatan terkait kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan tindak kekerasan dilingkungan sekolah. Mengawali kerjasama tersebut hari ini – Selasa, 24 Januari 2017 – dilakukan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja dengan tema “Mengenal Diriku” yang disampaikan oleh Ibu Jennifer Mawikere dari PKBI Sulut yang diikuti oleh pengurus OSIS dan PMR SMAN 9 Manado.

[dropcaps]M[/dropcaps] 16325745_10208691032578504_540285233_o
inimnya informasi terkait fungsi alat reproduksi dan pentingnya memelihara alat reproduksi itu sendiri, menjadi salah satu factor yang mendorong remaja melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri dan menjadi tabu untuk diperbincangkan. Menarik ketika mereka ditanyakan bagian tubuh mana yang paling disukai? dan apa alasannya?. Hampir semua menjawab bagian pinggang keatas seperti mata, pipi, hidung, hanya seorang yang menjawab payudara. Namun tidak ada satupun yang menjawab testis (untuk laki-laki) atau vagina (untuk perempuan). dampaknya tentu saja perlakuannya menjadi berbeda dengan bagian tubuh yang disukai, misalnya dalam segi perawatan.

Dua pertanyaan yang disampaikan oleh dua orang peserta menunjukkan bagaimana pentingnya informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Pertama apakah keputihan menyebabkan kemandulan? Kedua terkait produksi sperma yang penuh dalam dua hari bagi laki-laki, yang merangsang hasrat untuk disalurkan. Biasanya ada yang tersalurkan melalui mimpi basah tanpa ada tindakan dan ada yang melalui tindakan yaitu onani. Pertanyaannya apakah onani berbahaya jika dilakukan terus menerus jika dia sudah tidak mengalami mimpi basah?

Materi yang disampaikan pada pertemuan pertama ini adalah serial satu dari mengenal diriku, akan ada lanjutan materi untuk lebih dalam membahas apa fungsi dan bagaimana merawat alat reproduksi. Diharapkan pertemuan-pertemuan selanjutnya jumlah peserta yang hadir lebih banyak dan tidak hanya diikuti oleh siswa tapi juga guru-guru. (nur)

Berikan komentar, saran atau kritik anda demi kemajuan sekolah!