You are here:

ROHIS KAJI VALENTINE’S DAY BARENG HARTA

20150201_113226

Peserta menyimak penyampaian ustazah

20150201_113302

Ustazah Suryanti saatmemberi materi

Memasuki bulan Februari, banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba untuk menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, berbagi coklat atau saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. Demikian pengantar yang disampaikan Ustazah Suryanti, S.Pd.I dalam Tazkir Ahad Rohis SMAN 9 Manado di masjid Ulil Albab Kampus UNSRAT Manado.
Sesungguhnya sangat disayangkan ketika banyak ABG, teman-teman remaja putri muslimah terkena virus ikut-ikutan ini karena pengaruh media yang luar biasa. Menurut ustazah yang juga staf pengajar Pendidikan Agama Islam di SMAN 7 Manado itu, Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah Muhammad saw. telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut .” (HR. At-Tirmidzi).
Acara tazkir yang dimulai sekira pukul 10.00 wita itu diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Indah Lambanaung dan sari tilawah oleh Tiara Damara, dilanjutkan pembacaan hadis oleh Andhika Marwan dan Kultum oleh Anggawa Kharisma.
Ust. Supriadi, S.Ag., M.Pd.I dalam pembinaannya memberikan penegasan tentang materi yang dibawakan oleh Ustazah Suryanti dari Majelis HARTA (Himpunan Remaja Tazkir Akbar) dengan mengutip pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin bahwa merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita)
Tazkir yang dihadiri sekitar 100 peserta itu ditutup dengan zikir dan doa bersama setelah salat zuhur berjamaah yang diimami oleh ust. Supriadi.

Berikan komentar anda terhadap berita di atas!

Posted by: ROHIS

Guru Agama Islam di SMAN 9 Manado.

Back to Top