You are here:

HARATDZUL JUSHAR WAKILI SULUT DALAM PERKEMAHAN ROHIS NASIONAL

Haratdzul Jushar bersama guru Pendamping di Perkemahan Rohis Nasional 2014

SMA NEGERI 9 MANADO kembali mengutus putra terbaiknya dalam ajang Perkemahan Rohis SMA dan SMK Tkt. Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Kegiatan yang digagas Kementerian Agama RI ini diikuti oleh Pengurus Rohis SMA dan SMK se-Indonesia sejak tanggal 11 s.d. 15 Nopember 2014. Dengan mengambil tema “Aku Bangga Menjadi Muslim Indonesia” kegiatan ini diharapkan mampu membendung laju pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan keindonesiaan, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia yang juga Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin, MA dalam laporannya pada acara Pembukaan Perkemahan Rohis.

Menurut Dr. Amin Haedari selaku Direktur PAI Kementerian Agama RI, bahwa persoalan lain yang perlu diantisipasi oleh pengurus/anggota Rohis SMA dan SMK adalah kemungkinan masuknya paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama”. Menurut Direktur, prinsip-prinsip ajaran Islam, bagaimanapun tidak melegitimasi adanya penggunaan bentuk kekerasan dengan alasan untuk “mendakwahkan” kebenaran Islam. Semangat rahmatan lil`alamin sepatutnya dihadirkan dengan wajah yang damai dan penuh kasih sayang, yang dengan itu semua boleh jadi akan membuka pintu hati manusia untuk lebih mengenal dan memahami Islam atas dasar kesukarelaan. Hal ini merupakan contoh keteladanan Rsulullah SAW dalam rentang waktu 22 tahun perjalanan dakwahnya.

Bagi Haratdzul yang akrab disapa Ijul, dengan adanya perkemahan ini, banyak pelajaran yang bisa diambil untuk disampaikan kepada teman-teman Rohis di Sulut. Setidaknya Rohis harus berani mewarnai orang-orang di sekitarnya dengan energi kebaikan dan perdamaian. Senantiasa memperbaiki diri dan mengajak orang lain kepada kebaikan tanpa ada salah paham.

Sementara satu-satunya guru pendamping dari Sulut, Supriadi, S.Ag., M.Pd.I mengemukakan bahwa begitu memasuki bumi perkemahan, para peserta sudah dikondisikan dengan semangat multikulturalisme dengan dipertemukannya mereka dengan teman-teman lain dari seluruh Indonesia. Ini menjadi momen bagi terciptanya proses pembelajaran tentang indahnya kebersamaan. Peserta tidak dikumpulkan bersama dengan teman sedaerahnya dalam satu tenda melainkan dibagi secara acak sehingga mereka dapat saling kenal mengenal antar satu daerah dengan daerah lainnya. Inilah pengamalan nilai al-Qur’an surah al-Hujurat.

Berikan komentar, saran atau kritik anda demi kemajuan sekolah!

Posted by: Kak Ippy

Islamic teacher who always keep fight to spread goodness, also like writing and traveling

Back to Top