You are here:

Ciri-ciri Insecta

SMAN9, (12/8)

Kelas Insecta merupakan kelas yang termasuk ke dalam filum Arthropoda.
Ciri-ciri:
Tubuh serangga terdiri atas tiga bagian dasar : kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
Kepala
Kepala terdiri 6 segmen, yang sudah tumbuh menjadi satu. Kepala merupakan pusat panca indra dan makan. Kepala dilengkapi dengan :
Mulut : itu merupakan bagian serangga yang paling penting, kalau kita mempelajari hama tanaman, karena dengan mulut serangga merusak tanaman.
Ada beberapa bentuk mulut :
a) bentuk untuk menggigit : dua pasang rahang, yang atas (mandibulum) yang paling kuat, yang bawah (maxilla) dilengkapi dengan alat peraba (palp)
b) bentuk untuk menghisap : suatu jarum (stilet) yang dapat dimasukkan ke dalam jaringan tanaman, dalam stilet tersebut ada dua saluran : satu untuk menghisap air tanaman satu untuk mengeluarkan ludah masuk tanaman.
c) bentuk untuk menjilat : rahang tidak berfungsi, tetapi serangga menjilat dengan lidah, dengan demikian tanaman tidak rusak dan serangga yang menjilat tidak merupakan hama sendiri (tetapi larvanya bisa mempunyai mulut untuk menggigit).
Antena : tiap serangga mempunyai dua antena, yang dipakai sebagai alat untuk mencium bau dan untuk meraba. Bentuknya sangat berbeda – beda, ada yang pendek dan ada yang panjang, ada yang sederhana, ada yang majemuk, seringkali yang pejantan mempunyai antena yang lebih besar daripada yang betina.
Mata : serangga yang dewasa biasanya mempunyai dua macam mata :
a) mata majemuk : dua mata yang besar, yang terdiri atas ribuan lensa kecil, mata tersebut cocok sekali untuk melihat gerakan – gerakan disekitarnya, tetapi gambar tidak begitu jelas.
b) ocellus : mata yang sederhana, gambar sangat kabur tidak melihat warna, hanya intensitas cahaya mungkin sedikit gerakan – gerakan, jumlah ocelli 3 biji, letaknya di dahi dalam susunan persegi tiga.
Larva dengan metamorfosa sempurna tidak mempunyai mata majemuk, tetapi seringkali mempunyai ocelli : letaknya disebelah kiri dan kanan kepala, jumlahnya tidak tentu, bisa 1 – 7 biji tiap sebelah. Larva dengan metamorfosa yang tidak sempurna biasanya mempunyai mata majemuk dan ocelli.
Kaki : 3 pasang, tiap segmen satu pasang. Fungsi utama untuk berjalan, tetapi seringkali kaki disesuaikan dengan fungsi yang lain : melompat, menggali, memegang mangsa dsb.
Sayap : kebanyakkan serangga dewasa mempunyai sayap, tidak pernah lebih dari dua pasang pada segmen yang ketiga. Larva belum mempunyai sayap. Fungsi untuk terbang, tetapi kalau keras juga untuk melindungi tubuh serangga.
Pencernaan : saluran pencernaan dalam tubuh serangga sederhana dan kurang lebih sama panjang dengan tubuh serangga sendiri. Saluran tersebut terdiri atas : Mulut (dalam kepala serangga), kerongkongan (dalam kepala dan thorax), tembolok, yaitu tempat penyimpanan makanan (dalam abdomen) usus (dalam abdomen) dan anus atau dubur (dalam segmen paling belakang). Dalam usus makanan diuraikan dan lewat dinding usus, unsur – unsur diberikan kepada darah untuk ditransportkan ke organ – organ yang lain. Lewat buli – buli Malphigi darah memasukkan kotoran ke dalam usus untuk dilepaskan lewat anus.
Darah : 75 % dari berat badan serangga terdiri atas darah. Hampir tidak ada pembuluh darah, tetapi darah mengalir secara bebas di semua rongga badan serangga dan semua organ tercelup dalam darah. Warna darah kuning muda, darah tidak mengandung haemoglobine, karena tidak mempunyai fungsi dalam transport zat asam. Darah mengangkut unsur – unsur dari usus ke organ – organ dan mengangkut sampah, termasuk karbondioxide, dari organ – organ ke usus. Darah juga berfungsi untuk menutup luka dan membrantas infeksi. Darah digerakkan oleh gerakan anggota badan, tetapi juga ada jantung yang sederhana, terutama untuk mendorong darah ke dalam thorax dan kepala.
Pernapasan : serangga tidak mempunyai paru – paru. Zat asam langsung masuk lewat spirakel dan trakea. Trakea adalah semacam pipa, bercabang, ujung yang satu pada kulit (spirakel) sedangkan ujung yang lain sampai ke dalam tubuh serangga.
Genitalia : alat kelamin serangga terletak pada badomen, segmen 9 untuk yang pejantan, segmen 8 dan 9 untuk yang betina. Yang betina sering dilengkapi ovipositor, yaitu alat untuk bertelur, ada jenis serangga yang mempunyai ovipositor yang panjang, sehingga dapat bertelur ke dalam tanah atau ke dalam jaringan tanaman. Genitalia, terutama yang dari pejantan, selama tidak dipakai, biasanya tersembunyi dalam tubuh serangga.
Tubuh serangga terbagi menjadi tiga bagian:
Ciri kedua, tubuh serangga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, toraks (rongga dada), dan abdomen (rongga perut). Pada kepala tumbuh sepasang antena, sepasang mata majemuk, dan seperangkat alat mulut. Pada toraks tumbuh sepasang atau dua pasang sayap, dan tiga pasang kaki. Pada ujung abdomen terdapat seperangkat alat reproduksi.
Organ reproduksi serangga memiliki struktur dan fungsi yang sama dengan organ reproduksi pada vertebrata: testis pada jantan menghasilkan sperma dan ovarium pada betina menghasilkan telur. Kedua jenis gamet  ini haploid dan uniseluler, tetapi telur biasanya memiliki volume yang  jauh lebih besar daripada sperma
Setiap  sistem reproduksi dapat bervariasi dalam bentuk (misalnya gonad dan kelenjar aksesori), posisi (misalnya tambahan kelenjar aksesori), dan jumlah (misalnya tabung ovarium atau testis, atau organ penyimpanan sperma) antara kelompok serangga yang berbeda, dan kadang-kadang bahkan di antara spesies yang berbeda dalam genus.
• Sistem reproduksi jantan
Sistem reproduksi jantan terdiri atas sepasang testis (Gambar 1A dan 3A) yang terletak di ujung belakang abdomen. Setiap testis mengandung unit-unit fungsional (folikel, Gambar 3B) dimana sperma dihasilkan. Sperma matang yang keluar dari testis melewati  saluran pendek (vas efferentia, Gambar 3C) dan mengumpul di ruang penyimpan (vesikula seminalis, Gambar 3D). Saluran yang sama (vas deferens, Gambar 3E) mengarah keluar dari vesikula seminalis, bergabung satu sama lain di sekitar pertengahan tubuh, dan membentuk saluran ejakulasi (ejaculatory duct, Gambar 1B dan 3F) tunggal yang mengarah keluar dari tubuh melalui organ kelamin jantan (aedeagus, Gambar 3G).
 
Satu atau lebih pasangan kelenjar aksesori (accessory glands, Gambar 3H) biasanya berhubungan dengan sistem reproduksi jantan, yaitu organ-organ sekretori yang terhubung dengan sistem reproduksi melalui saluran pendek – beberapa mungkin menempel dekat testis atau vesikula seminalis, yang lainnya  mungkin berhubungan dengan saluran ejakulasi.
• Sistem Reproduksi Betina
Sistem reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium (Gambar 2A dan 4A). Setiap ovarium tekrbagi menjadi unit-unit fungsional (ovariol, Gambar 4B) di mana telur dihasilkan. Satu ovarium dapat mengandung puluhan ovariol, umumnya sejajar satu sama lain. Telur matang meninggalkan ovarium melalui saluran telur lateral (lateral oviducts, Gambar 4C). Pada sekitar pertengahan tubuh, saluran telur lateral ini bergabung untuk membentuk common oviduct (Gambar 4D) yang membuka ke ruang alat kelamin yang disebut bursa copulatrix (Gambar 2C dan 4E).
 
Kelenjar aksesori betina (accessory glands, Gambar 4F) memasok pelumas untuk sistem reproduksi dan mengeluarkan kulit telur kaya protein (chorion) yang mengelilingi seluruh telur. Kelenjar ini biasanya dihubungkan dengan saluran kecil ke saluran telur umum atau bursa copulatrix.
Selama kopulasi, jantan menyimpan spermatophore di bursa copulatrix. Kontraksi peristaltik menyebabkan spermatophore masuk ke dalam spermatheca (Gambar 2B dan 4G) betina, sebuah ruang kantong penyimpanan sperma.
Kelenjar spermathecal (spermathecal gland, Gambar 4H) memproduksi enzim (untuk mencerna lapisan protein spermatophore) dan nutrisi (untuk mempertahankan sperma sementara berada di penyimpanan). Sperma dapat hidup di spermatheca selama berminggu-minggu, bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
Bagian Toraks
• Bagian dari tubuh serangga antara kepala dan abdomen adalah thoraks terdiri dari tiga segmen atau ruas yaitu protoraks, mesotoraks, dan metatoraks
• Ketiga bagian toraks tersebut memiliki sepasang tungkai, sedangkan mesothoraks dan metatoraks masing-masing memiliki sepasang sayap.
• Pada setiap sisi  mesotoraks dan metathoraks terdapat sebuah spirakel.
• Protoraks, mesotoraks dan metatoraks masing-masing bagian atasnya terdiri dari notum dan bagian bawahnya disebut sternum.
• Notum untuk prothoraks disebut pronotum, dan notum untuk mesothoraks dan metathoraks masing-masing disebut mesonotum dan metanotum.
• Pronotum terbagi lagi atas preskutum, skutum, skutelum dan postkutelum, mesonotum dan metanotum masing-masing terbagi atas epimeron dan episternum.
Sayap
• Serangga dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok berdasarkan kepemilikan sayap, yaitu kelompok serangga bersayap (Pterygota) dan kelompok serangga tidak bersayap (Apterygota).
• Sayap merupakan tonjolan integumen dari bagian mesopleuron dan metapleuron.
• Sayap diperkuat oleh satu deretan rangka-rangka sayap yang bersklerotisasi, yang mengandung syaraf, trakea, dan hemolimf.
• Permukaan atas dan bawah sayap terbuat dari bahan kitin tipis.
• Bagian tertentu dari sayap tampak seperti garis-garis tebal yang disebut pembuluh sayap.  Bagian sayap yang dikelilingi oleh pembuluh sayap disebut sel.
 
Tungkai-Tungkai Thoraks
• Tungkai serangga terdapat pada prototaks, mesatoraks dan metatoraks yang masing-masing disebut tungkai depan, tungkai tengah dan tungkai belakang.
• Tungkai serangga terdiri dari enam ruas yang terdiri dari :
a.  Koksa, yang merupakan bagian yang melekat langsung pada thoraks
b.  Trokanter, bagian kedua dari ruas tungkai berukuran lebih pendek dari pada koksa dan sebagian bersatu dengan ruas ketiga
c.  Femur, merupakan ruas yang terbesar
d.  Tibia, ukurannya lebih ramping tetapi hampir sama panjang dengan femur pada bagian ujung tibia biasanya terdapat duri-duri atau taji
e.  Tarsus, terdiri dari 1-5 ruas
f.   Pretarsus, ruas terakhir dari tungkai, terdiri dari sepasang kuku tarsus dan diantaranya terdapat struktur seperti bantalan yang disebut arolium
•  Beberapa tipe tungkai serangga tersusun sebagai berikut :
1.  Saltatorial : Tungkai belakang belalalng yang digunakan untuk meloncat, dengan bentuk femur tungkai belakang lebih besar bila dibandingkan dengan femur tungkai depan dan tungkai tengah.  Contoh : Valanga nigricornis (belalang)
2.  Raptorial : Tungkai depan digunakan untuk menangkap dan memegang mangsa, sehingga ukurannya lebih besar bila dibandingkan dengan tungkai yang lainnya. Contoh : Stagmomantis carolina (belalang sembah)
3.  Kursorial : Tungkai ini digunakan untuk berjalan cepat atau berlari. Contoh : Periplaneta australasiae (kecoa)
4.  Fosorial :  Tungkai depan berubah bentuk sebagai alat penggali tanah.  Contoh : Gryllotalpa africana (orong-orong)
5.  Natatorial : Tungkai jenis ini terdapat pada serangga air yang berfungsi untuk berenang.  Contoh : Hydrophilus triangularis (kumbang air)
6.  Korbikulum : Tungkai tipe ini berfungsi untuk mengumpulkan tepung sari.  Contoh : Apis cerana (lebah madu)
 
Alat Mulut
Secara umum alat-alat mulut serangga terdiri dari :
1.         Labrum (bibir atas)
2.         Sepasang mandibel (geraham pertama)
3.         Sepasang maksila (geraham kedua)
4.         Labium (bibir bawah)
5.         Epifaring (lidah)
Bagian Mulut serangga dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe umum, mandibulata (pengunyah) dan haustelata (penghisap).
• Tipe alat mulut pengunyah, mandibel bergerak secara transversal yaitu dari sisi ke sisi, dan serangga tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya.
• Tipe mulut penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Mandibel pada bagian mulut penghisap mungkin memanjang dan berbentuk stilet atau tidak ada.
Beberapa tipe alat mulut serangga yaitu :
a. Tipe alat mulut menggigit mengunyah terdiri dari :
(1). Labrum, berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam rongga mulut.
(2). Epifaring, berfungsi sebagai pengecap.
(3). Mandibel, berfungsi untuk mengunyah, memotong, atau melunakkan makanan.
(4). Maksila, merupakan alat bantu untuk mengambil makanan. Maxila memiliki empat cabang, yaitu kardo, palpus, laksinia, dan galea.
(5). Hipofaring, serupa dengan lidah dan tumbuh dari dasar rongga mulut.
(6). Labium, sebagai bibir bawah bersama bibir atas berfungsi untuk menutup atau membuka mulut. Labium terbagi menjadi tiga bagian, yaitu mentum, submentum, dan ligula. Ligula terdiri dari sepasang glosa dan sepasang paraglosa.
Contoh serangga dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah yaitu ordo Coleoptera, Orthoptera, Isoptera, dan Lepidoptera.
b. Tipe alat mulut mengunyah dan menghisap
•  Tipe alat mulut ini diwakili oleh tipe alat mulut lebah madu Apis cerana (Hymenoptera, Apidae) merupakan tipe kombinasi yang struktur labrum dan mandibelnya serupa dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, tapi maksila dan labiumnya memanjang dan menyatu.
• Glosa merupakan bagian dari labium yang berbentuk memanjang sedangkan ujungnya menyerupai lidah yang berbulu disebut flabelum yang dapat bergerak menyusup dan menarik untuk mencapai cairan nektar yang ada di dalam bunga.
c. Tipe alat mulut menjilat mengisap
• Tipe alat mulut ini misalnya pada alat mulut lalat (Diptera).
• Pada bagian bawah kepala terdapat labium yang bentuknya berubah menjadi tabung yang bercelah.
• Ruas pangkal tabung disebut rostrum dan ruas bawahnya disebut haustelum.
• Ujung dari labium ini berbentuk khusus yang berfungsi sebagai pengisap, disebut labellum
d. Tipe Alat Mulut Mengisap
• Tipe alat mulut ini biasanya terdapat pada ngengat dan kupu-kupu dewasa (Lepidoptera) dan merupakan tipe yang khusus, yaitu labrum yang sangat kecil, dan maksila palpusnya berkembang tidak sempurna.
• Labium mempunyai palpus labial yang berambut lebat dan memiliki tiga segmen.
• Bagian alat mulut ini yang dianggap penting dalam tipe alat mulut ini adalah probosis yang dibentuk oleh maksila dan galea menjadi suatu tabung yang sangat memanjang dan menggulung
e.  Tipe Alat Mulut Menusuk Mengisap
• Kepik, mempunyai alat mulut menusuk mengisap, misalnya Scotinophara (Heteroptera).
• Alat mulut yang paling menonjol adalah labium, yang berfungsi menjadi selongsong silet
• Ada empat stilet yang sangat runcing yang berfungsi sebagai alat penusuk dan mengisap cairan tanaman.
• Keempat stilet berasal dari sepasang maksila dan mandibel ini merupakan suatu perubahan bentuk dari alat mulut serangga pengunyah.
 
Sistem Ekresi
Alat ekskresi pada serangga berupa pembuluh malpighi, yang menempel pada ujung akhir usus. Pembuluh malpighi berupa serabut halus dan berjumlah banyak.
Pembuluh ini berwarna putih kekuningan, misalnya terdapat pada belalang atau kecoa.

Proses ekskresi berlangsung pada pembuluh malpighi. Urea dan garamgaram dialirkan ke usus. Bahan-bahan yang dapat diserap kembali berupa air dan zat-zat lain yang masih berguna dikembalikan lagi dengan cara osmosis dan tranpor aktif. Bahan buangan nitrogen dikeluarkan lewat usus, kemudian keluar bersama feses melalui anus.

Berikan komentar, saran atau kritik anda demi kemajuan sekolah!

Posted by: Ronald

Back to Top