You are here:

RINGKASAN MATERI PAI SEMESTER GENAP KELAS XI

RINGKASAN MATERI PAI SEMESTER GENAP KELAS XI

oleh

SMAN9, (31/5) – Ada empat kewajiban muslim yang hidup terhadap muslim yang meninggal. Ketentuan-ketentuan itu wajib dilaksanakan oleh muslim yang masih hidup yaitu memandikan, mengafankan, menyalatkan dan menguburkan. Hukum mengurus jenazah muslim bagi kaum muslimin adalah fardu kifayah. Artinya, jika ada sekelompok muslim yang melaksanakannya, maka muslim yang lainnya terlepas dari beban PAI_final_23_sept_2011_cropmengurusi jenazah itu.
Memandikan jenazah
Sebelum dimandikan, sebaiknya dipastikan dulu bahwa jenazah tersebut benar-benar telah meninggal. Sebaiknya pihak keluarga dan orang terdekat yang memandikan jenazah untuk menghindari fitnah dan hal-hal yang tidak diinginkan Adapun syarat jenazah yang harus dimandikan yaitu:
1.      Beragama Islam
2.      Jasadnya masih ada walaupun hanya sebagian
3.      Jenazahnya mati tidak dalam keadaan ihram
4.      Jenazah bukan mati syahid.
Berikut cara memandikan jenazah:
1.      Jenazah diletakkan ditempat yang terlindung dari terik matahari, hujan dan pandangan orang banyak
2.      Jenazahnya diberi pakaian basahan yang menutupi auratnya
3.      Mulailah dengan mewudukan jenazah
4.      Siramlah dari bagian kanan jenazah, bagian kiri, lalu bagian kepala ke bawah.
5.      Menyiramkan air ke seluruh tubuh jenazah dari ujung rambut sampai ujung kaki Membersihkan najis dan kotoran yang melekat pada badan jenazah
6.      Perut diurut perlahan agar kotoran yang masih ada dalam perut keluar
7.      Membersihkan kotoran pada kuku-kuku tangan  dan kaki
8.      Menggosokkan sabun, lalu disiram kembali hingga bersih dari sabun
9.      Jenazah disiram dengan air yang dicampur dengan kapur barus atau lainnya yang berau harum, setelah itu jenazah diwudukan.
Mengafani jenazah
Bagi jenazah laki-laki disunahkan dengan kain tiga lapis. Dianjurkan dengan kain yang berwarna putih dan berbahan sederhana. Caranya:
1.      Kain dihamparkan sehelai demi sehelai. Pada tiap helai ditaburi wangi-wangian
2.      Jenazah diletakkan di atas hamparan kain tersebut
3.      Kedua tangan jenazah disedekapkan di dada, tangan kanan di atas tangan kiri
4.      Ikatlah dengan tali pada atas kepala, lengan, pinggang, betis dan bawah kaki
Bagi jenazah perempuan disunahkan lima lapis kain yaitu kain bawah, baju, tutup kepala, cadar dan kain yang menutupi seluruh tubuh. Setiap lapis diberi harum-haruman.
Menyalatkan jenazah
Salat jenazah adalah salat yang dikerjakan oleh kaum muslimin dan muslimat terhadap saudaranya yang meninggal dunia dengan syarat dan rukun  tertentu sesuai ketentuan syara’.
Salat jenazah dilaksanakan setelah jenazah dikafankan. Boleh dilaksanakan secara munfarid (sendiri) namun lebih utama jika dikerjakan berjama’ah. Semakin banyak jama’ah semakin baik. Hukumnya fardu kifayah. Adapun syarat salat jenazah:
1.      Suci dari hadas besar maupun hadas kecil
2.      Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
3.      Menutup aurat
4.      Menghadap kiblat
5.      Jenazah sudah dikafani
6.      Jenazah berada di depan yang menyalatkan kecuali salat gaib
Rukun salat jenazah
1.      Niat menyalatkan jenazah
2.      Berdiri bagi yang mampu berdiri
3.      Takbir empat kali
4.      Membaca surah al-Fatihah
5.      Membaca salawat nabi
6.      Membaca doa untuk jenazah
7.      Mengucapkan salam
Sunah salat jenazah:
1.      Mengangkat tangan ketika takbir
2.      Merendahkan suara ketika melafalkan bacaan
3.      Membaca ta’awudz
4.      Memperbanyak saf
5.      Mengganjilkan saf
Menguburkan jenazah
Tata cara menguburkan jenazah:
1.      Dibuatkan liang lahat sepanjang jenazah lebih sedikit
2.      Setelah sampai di pemakanam, jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan posisi miring menghadap kiblat
3.      Tali-tali pengikat kain kafan dilepas, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan ke tanah
4.      Jenazah ditutup dengan papan lalu ditimbun tanah sampai setinggi kurang lebih satu jengkal
5.      Menyiram air di atas kuburan
6.      Mendoakan dan memohonkan ampun pada Allah swt.
Adab Takziyah:
1.      Memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan baik moral maupun material
2.      Menghibur keluarga yang ditinggalkan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan
3.      Turut serta menyalatkan dan mengantarkan jenazah sampai di pemakaman
4.      Tidak berbicara keras, tidak bercanda, tidak menggunjing atau sikap lain yang tidak terpuji
Bagi laki-laki Hukum melaksanakan salat Jumat adalah fardu ain. Sebelum melaksanakan salat Jumat harus didahului dengan  khutbah. Khutbah yang sering dilakukan dan dikenal luas dikalangan umat Islam adalah khutbah Jumat. QS. Al Jumu’ah ayat 9 menjelaskan bahwa apabila diseru untuk shalat Jumat agar segera meninggalkan jual beli.
Syarat khatib:
1.    Laki-laki dan beragama Islam
2.    Baligh, berakal sehat dan berakhlak mulia
3.    Mengetahui syarat, rukun dan sunah khutbah
4.    Fasih dalam membaca ayat al-Qur’an dan hadis
5.    Berpakaian rapi, sopan dan penampilan baik
6.    Suaranya jelas, dapat didengar dan dipahami jama’ah
Syarat khutbah jumat:
1.      Dilakukan pada waktu zuhur di hari Jumat
2.      Khutbah dibacakan dengan berdiri
Rukun khutbah jumat:
1.      Membaca tahmid
2.      Membaca dua kalimat syahadat
3.      Membaca salawat nabi
4.      Berwasiat taqwa dan memberi nasihat
5.      Membaca ayat al-Qur’an
6.      Berdoa untuk kaum muslimin dan muslimat
Sunah khutbah jumat:
1.      Khatib mengucapkan salam
2.      Khutbah disampaikan di atas mimbar atau tempat yang agak tinggi
3.      Khatib berkhutbah dengan kalimat yang jelas, sistematik, mudah dipahami, dan tidak terlalu panjang
4.      Khatib selalu menghadap ke arah jama’ah
5.      Duduk setelah mengucapkan salam dan pada saat azan diserukan
6.      Membaca salawat pada saat duduk diantara dua khutbah
7.      Menertibkan tiga rukun khutbah (tahmid, dua kalimat syahadat dan salawat nabi)
Jatuhnya Bagdad ke tangan pasukan Mongol menandai kemunduran Umat Islam. Abad ke-19 kebangkitan umat Islam semakin berkembang ke seluruh penjuru dunia. Di Arab misalnya, Salah seorang pelopor pembaruan adalah Muhammad bin Abdul Wahab yang merupakan tokoh gerakan Wahabi. Diantara tokoh modernisasi Islam pada abad ke-19 M. yang mendapat julukan Sir dari kerajaan Inggris adalah Sayyid Ahmad Khan.
Gerakan Pan-Islamisme dicetuskan oleh Jamaluddin Al Afghani yang bertujuan memajukan umat Islam dengan jalan mempergunakan aliran pikiran modern.
Muhammad Abduh yang menjadi guru besar di Universitas Darul Ulum dan Universitas al-Azhar Kairo mengadakan perombakan terhadap sistem pengajaran yang diterapkan di Mesir. Ia menghidupkan Islam dengan metode-metode baru yang sesuai dengan zaman serta mengembangkan kesusasteraan Arab sehingga bahasa Arab menjadi bahasa yang hidup dan kaya raya. Diantara karya Muhammad Abduh yang terkenal dan banyak digunakan pada perguruan tinggi di Indonesia adalah Risalah Tauhid. Salah satu murid Muhammad Abduh adalah Muhammad Rasyid Ridha yang bersama beliau menerbitkan majalah al-Manar yang bertujuan membangkitkan semangat jihad umat Islam. Muhammad Rasyid Ridha mendirikan Madrasah ad-Dakwah wa al-Irsyad pada tahun 1912 M di Mesir.

Di Indonesia, salah satu organisasi pembaruan di Indonesia adalah Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

Berikan komentar anda terhadap berita di atas!

Posted by: Ronald

Back to Top