You are here:

Persepsi Siswa, dan Kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan

Oleh : Zayd Sayfullah (Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa)

Dalam kehidupan ini manusia selalu mengatur tingkah lakunya sesuai dengan pola pikirnya terhadap sesuatu. Pola pikir inilah yang membentuk dan memperkuat persepsi manusia terhadap segala sesuatu. “Kalau kita menginginkan perubahan yang kecil dalam hidup, garaplah perilaku,” kata Stephen R. Covey. “Tetapi bila kita ingin perubahan yang besar dan mendasar, kita harus mengubah pola pikir kita.” Jadi, bila kita hendak mengubah tingkah laku manusia yang belum atau tidak baik menjadi baik, tidak ada jalan lain kecuali harus mengubah persepsinya terlebih dahulu.

P1100198Metode yang sama berlaku pula ketika kita ingin menanamkan karakter positif secara hakiki pada anak atau siswa, perubahan yang dikehendaki harus diawali dari perubahan pada persepsi mereka tentang sesuatu. Persepsi anak bisa berubah jika ada perubahan pola pikirnya. Siswa kita membuang sampah di sembarang tempat? Solusi yang seharusnya kita berikan adalah memberikan pemahaman yang bisa membentuk persepsi yang benar terhadap perbuatannya tersebut. Untuk itulah, jika kita menginginkan adanya perubahan karakter anak sesuai dengan yang kita harapkan (dari tidak baik menjadi baik, dari tidak peduli terhadap lingkungan menjadi peduli), yang terlebih dahulu harus kita tempuh adalah upaya membentuk persepsi yang benar melalui penataan kembali pola pikir mereka.

Atas dasar pemikiran tersebut, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa membuat program Sekolah Berwawasan Lingkungan. Sekolah Berwawasan Lingkunan merupakan sekolah yang memanfaatkan dan menata lahan sekolah menjadi laboratorium alam (baik untuk menanam tanaman obat-obatan maupun pendukung pembelajaran), melakukan ajakan hemat energi dan air, mendaur ulang sampah melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta mengelola lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perilaku nyata yang positif (di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal).

Pembentukan karP1100176akter sekolah berwawasan lingkungan dilakukan sebagai usaha untuk mengembangkan karakter siswa yang dibangun oleh dua unsur utama, yakni pola pikir dan pola sikap yang berwawasan lingkungan. Pola pikir berhubungan dengan cara pandang guru dan siswa terhadap persoalan lingkungan. Siswa dikatakan memiliki pola pikir berwawasan lingkungan apabila ia menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai landasan dalam berpikirnya. Siswa diarahkan untuk mulai memiliki pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan, sekaligus bisa menilai mana perbuatan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan mana perbuatan yang merusak lingkungan. Siswa merasa senang, bangga, cinta, atau suka karena telah menjaga lingkungan.

Pembentukan karakter berwawasan lingkungan pada jenjang sekolah dasar lebih ditekankan sebagai aspek pengenalan dan pembiasaan sehingga persepsi cinta lingkungan menjadi pola pikirnya pada masa mendatang. Disebabkan misi mulia yang diemban dalam program seperti ini, tidak berlebihan bila sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan program menyambut antusias. Inilah yang kami saksikan di SDN Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketika program Sekolah Berwawasan Lingkungan diluncurkan pada 27 September 2012, yang terselenggara atas kerjasaP1100196ma PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang dengan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan DD Corpora, para guru di sana terlihat memiliki semangat dan harapan baru. Semangat dan harapan baru untuk sebuah impian mewujudkan sekolah tempatnya bertugas menjadi sekolah yang berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Sekolah Berwawasan Lingkungan itulah semangat dan harapan yang ingin dicapai oleh para guru SDN Kamojang. Sebuah harapan dan cita-cita besar yang wajar meskipun mereka belum pernah mendapatkan gambaran utuh tentang sekolah berwawasan lingkungan dan bagaimana langkah untuk mewujudkannya.

Sebagai upaya untuk membantu mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut, Makmal Pendidikan menempatkan Pendamping Sekolah yang secara rutin mendampingi para guru dan warga sekolah guna merealisasikan program tersebut. Tidak hanya itu, guna memberikan pengalaman serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung terbentuknya Sekolah Hijau tersebut, Makmal Pendidikan juga memberikan pelatihan yang diadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Pelatihan perdana yang diberikan adalah pelatihan Penyusunan Kebijakan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk membuat fondasi yang kuat demi terwujudnya sekolah yang mampu melahirkan lulusan yang cinta dan peduli terhadap lingkungan. Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan itu artinya sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung ke arah yang dituju. Kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan merupakan spirit pembentukan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Di sinilah letak penting visi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Tidak ada langkah maju bagi sebuah sekolah hingga visi tersebut ditetapkan. Oleh karena itu, apabila ingin menjadi Sekolah Taman BelajarBerwawasan Lingkungan, mau tidak mau sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung dan mengarah kepada terbentuknya cita-cita ini. Dengan demikian, dalam visi, misi, dan tujuan serta rencana program dan kegiatan sekolah harus mengadopsi dan memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Secara bertahap, pelatihan lanjutan diberikan untuk mengarahkan sekolah menemukenali identitasnya sebagai Sekolah Berwawasan Lingkunan. Kendati pada awalnya terasa sukar, di kemudian hari hasil yang dipetik setelah mempraktikkan hasil-hasil pelatihan dan pendampingan sekolah justru melahirkan optimisme baru. Optimis atas hadirnya generasi baru yang lebih peduli pada masa depan Bumi. Tanpa terkecuali pula para guru yang telah menyertai mereka sebagai generasi hebat.

Berikan komentar, saran atau kritik anda demi kemajuan sekolah!

Tagged with: 

Posted by: Ronald

Leave a Reply
 

Your email address will not be published. Required fields are marked (*)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Back to Top